Lavoisier, Bapak Kimia Modern

Posted in Chemistry, History on April 30th, 2017 by D.S

Antoine Lavoisier (1743-1794) merupakan penemu hukum kekekalan massa: massa tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.

Lavoisier lahir di Paris pada 26 Agustus, 1743. Meskipun ayah Lavoisier menginginkan anaknya untuk mengikutinya ke dalam profesi hukum, Lavoisier muda lebih tertarik dengan sains. Dari awal karir ilmiahnya, Lavoisier menyadari pentingnya pengukuran yang akurat. Penimbangan-penimbangan yang dilakukannya secara hati-hati menunjukkan bahwa massa adalah tetap dalam reaksi kimia dan pembakaran yang melibatkan reaksi dengan oksigen. Ia juga menulis buku teks kimia modern pertama. Tidaklah mengejutkan bahwa Lavoisier biasa disebut bapak kimia modern.

Untuk menunjang pekerjaan ilmiahnya, Lavoisier berinvestasi dalam firma privat pemungut pajak dan menikahi anak perempuan dari salah satu eksekutif perusahaan. Hubungannya dengan para pemungut pajak berakibat fatal, karena para revolusioner Prancis yang radikal menuntut ia agar dieksekusi, yang terjadi pada 8 Mei, 1794.

 

Sumber: Zumdahl SS, Zumdahl SA. 2016. Chemistry: An Atoms First Approach, Second Edition. Boston (USA): Cengage Learning.

Tags: , , ,

Siapakah Kimiawan Pertama?

Posted in Chemistry, History on April 22nd, 2017 by D.S

Pembakar parfum dari peradaban Assiria, abad ke-13 SM. Banyak yang menganggap penerapan kimia pertama kali dilakukan di Mesopotamia kuno.  DEA / A. DAGLI ORTI, Getty Images

Ahli kimia pertama yang diketahui adalah seorang wanita. Sebuah tablet kuneiform dari milenia kedua SM menjelaskan tentang Tapputi, seorang pembuat parfum dan sida istana yang mendistilasi esens bunga dan bahan-bahan aromatik lainnya, menyaringnya, menambahkan air dan mengembalikannya ke penyuling beberapa kali sampai ia mendapatkan hasil yang diinginkan. Ini juga merupakan referensi pertama yang diketahui mengenai proses distilasi dan penyulingan.

 

Sumber: ThoughtCo.

Tags: ,

Mawar

Posted in Uncategorized on February 14th, 2017 by D.S

Beberapa bunga lebih indah atau lebih harum dari mawar. Wangi mereka disebabkan oleh beberapa senyawa organik sederhana, salah satu di antaranya adalah keton β-damascenone.

Alkimia dan Berkembangnya Kimia Modern

Posted in Chemistry, History on February 2nd, 2017 by D.S

Kimia adalah ilmu yang relatif baru, dan fondasinya baru ditetapkan sekitar kuartal terakhir abad ke-18. Sebelum itu, kebanyakan kimiawan dikenal sebagai alkemis–enterprenir awal yang berusaha mentransformasi sifat bahan-bahan untuk keuntungan ekonomi. Selama berabad-abad obsesi mereka adalah untuk mengubah logam-logam “dasar”, seperti timbal, menjadi emas.

Mereka dengan yakin berasumsi bahwa sifat suatu bahan dapat entah bagaimana diekstrak dan dialihkan menjadi yang lainnya. Jika sifat-sifat esensial–seperti warna kuning, kelembutan, dan keelastisitasan–dapat dihimpun dari berbagai sumber-sumber yang murah, maka emas dapat diciptakan dengan keuntungan yang besar.

Para alkemis bersikukuh dalam usaha mereka selama lebih dari seribu tahun. Meskipun mereka mengumpulkan banyak hasil yang berguna dan empiris yang sejak itu tergabung menjadi kimia modern, mereka tidak pernah mentransformasi logam-logam dasar menjadi emas. Banyak ilmuwan yang mulai meragukan asumsi dasar para alkemis pada pertengahan abad ke-17.

Keraguan ini memuncak dengan publikasi The Sceptical Chymist oleh Robert Boyle di Inggris pada tahun 1660, salah satu kejadian penting yang menandai permulaan kimia modern. Dibutuhkan seabad lagi untuk menetapkan fondasi konseptual dari kimia modern, sebuah bidang yang berkembang selama abad ke-19 dan 20 dan tetap hidup sampai saat ini.

 

Sumber: Oxtoby W, Gillis HP, Butler LJ. 2016. Principles of Modern Chemistry, 8th Edition. Boston (USA): Cengage Learning.

Tags: ,

Filsafat, Determinisme, dan Mekanika Kuantum

Posted in Uncategorized on January 21st, 2017 by D.S

Sains telah berkontribusi dalam pengetahuan dasar manusia dan menghasilkan penemuan-penemuan yang memengaruhi berbagai bidang akademik. Penemuan mekanika kuantum pada abad ke-20, salah satunya, memiliki pengaruh jelas pada pemahaman fundamental kita mengenai kenyataan, dan juga pada bidang filsafat. Hal yang dipertaruhkan adalah pertanyaan filosofis yang telah diperdebatkan selama berabad-abad: Apakah masa depan sudah ditentukan?

Pemikiran bahwa masa depan sudah ditentukan disebut determinismeDalam pandangan ini, peristiwa-peristiwa di masa depan disebabkan oleh peristiwa di masa sekarang yang pada gilirannya disebabkan oleh peristiwa di masa lalu. Dengan demikian, seluruh sejarah sederhananya merupakan satu rantai panjang sebab-akibat, dengan setiap kejadian disebabkan oleh kejadian sebelumnya.

 

Sebelum penemuan mekanika kuantum, kasus determinisme terlihat kuat. Hukum Newton tentang gerak menjelaskan bahwa jalur masa depan untuk sebuah partikel didasarkan pada posisi dan velositas (seberapa cepat dan ke arah mana ia menuju) saat itu. Kita semua memahami hukum Newton karena kita sudah pernah melihat benda-benda seperti bola bisbol atau bola biliar yang berlaku berdasarkan hukum tersebut.

Sebagai contohnya, seorang outfielder (penjaga sisi luar lapangan dalam olah raga bisbol) dapat memprediksi di mana suatu bola bisbol akan mendarat dengan mengamati posisi dan kecepatannya saat itu. Sang outfielder memprediksi jalur yang akan datang pada bola berdasarkan pada jalur sekarang ini–inilah yang disebut determinisme.

 

Penemuan mekanika kuantum menantang pemikiran bahwa alam kita bersikap secara deterministik. Elektron dan semua partikel-partikel kecil lainnya seperti proton dan neutron tidak terlihat berlaku deterministik. Seorang outfielder yang mengejar elektron tidak dapat memprediksi dimana elektron tersebut akan mendarat. Dunia subatomik tidak dapat ditentukan–masa sekarang tidak menentukan masa depan. Ini merupakan pemikiran baru.

Bagi beberapa orang, alam semesta yang tak tentu merupakan sesuatu yang mengancam. Bagi yang lainnya, pemikiran bahwa masa depan tidak terpredeterminasi–setidaknya untuk partikel-partikel subatomik–muncul sebagai kejutan yang menyenangkan. Dalam filsafat, perdebatan ini terus berlanjut. Akan tetapi, sifat indeterminate dunia subatomik berurusan dengan pemikiran bahwa semua kejadian di alam semesta ini ditentukan oleh kejadian sebelumnya.

 

Sumber: Tro, NJ, 2016. Chemistry In Focus: A Molecular View of Our World, 6th Edition. Boston (USA): Cengage Learning.

Turpen: Alkena Alami

Posted in Chemistry on October 30th, 2016 by D.S

Wangi yang luar biasa dari dedaunan pohon teluk California terutama disebabkan mirsen, terpen sederhana.

Telah diketahui selama berabad-abad bahwa kodistilasi banyak bahan tumbuhan menggunakan uap menghasilkan campuran cairan wewangian bernama minyak esensial. Selama ratusan tahun, ekstrak tanaman telah digunakan sebagai obat, bumbu, dan parfum. Penyelidikan mengenai minyak esensial memainkan peran besar dalam kemunculan kimia organik sebagai ilmu selama abad ke-19.

Secara kimia, minyak esensial tumbuhan kebanyakan terdiri dari campuran senyawa yang dikenal sebagai terpenoid–molekul organik kecil dengan keragaman struktur yang besar. Lebih dari 35,000 terpenoid yang berbeda diketahui. Beberapa merupakan molekul rantai terbuka, dan lainnya mengandung cincin; beberapa hidrokarbon, dan lainnya mengandung oksigen. Terpenoid hidrokarbon khususnya dikenal sebagai terpen, dan semuanya mengandung ikatan rangkap. Sebagai contohnya:

 

Sumber: McMurry J. 2008. Organic Chemistry. California (US): Thomson Brooks/Cole.

Tags:

Sejarah Simbol “=”

Posted in Uncategorized on September 28th, 2016 by D.S

Persamaan pertama yang diketahui, setara dengan 14x+15=71 dalam sintaks modern.

Tanda “sama dengan” pertama kali diperkenalkan oleh Robert Recorde (1510-1558) dalam karyanya The whetstone of witte (London, 1577);

‘I will sette as I doe often in woorke use, a paire of paralleles, or Gemowe (twin) lines of one lengthe, thus: , bicause noe.2. thynges can be moare equalle.’

Tags: , ,

Cara Menumbuhkan Kristal Bismuth

Posted in Chemistry, Videos on August 29th, 2016 by D.S

Almost one year has passed since my first post about the bismuth crystal, and I’m still fascinated by the beauty of this colorful rectangular thing. Hoping that someday I could try to make these crystals like this guy did.

Tags: , ,

Kimiawan Analitik di Dunia Barat Liar

Posted in Chemistry, Random on August 13th, 2016 by D.S

Again, something I found in Harris DC. 2009. Exploring Chemical Analysis. New York (US): W. H. Freeman and Company.

Tags: ,

Mimpi Kekulé

Posted in Chemistry on August 11th, 2016 by D.S

Pada tahun 1890 di ulang tahun ke-25 penemuan struktur benzena, Friedrich August Kekulé, seorang ahli kimia Jerman, mengenang prestasi besarnya dan menceritakan dua mimpi yang ia alami pada saat-saat penting dalam pekerjaannya. Dalam mimpi pertama pada tahun 1865, ia melihat atom menari-nari dan menyambung satu sama lain. Dia terbangun dan segera membuat sketsa dari apa yang ia lihat dalam mimpinya.

Kemudian, Kekulé bermimpi lagi, di mana ia melihat atom menari-nari kemudian membentuk tali dan bergerak seperti ular. Penglihatan ini berlanjut sampai ular atom membentuk dirinya menjadi sebuah gambar di mana ular tersebut memakan ekornya sendiri. Mimpi ini memberi Kekulé gagasan untuk struktur siklik dari benzena.

 

Sumber:
Rothermich, M. E. Friedrich August Kekulé: A Scientist And Dreamer. Princeton, NJ: Woodrow Wilson Leadership Program in Chemistry.
 
https://web.chemdoodle.com/kekules-dream/

Tags: